Top Programming Languages 2025 Versi IEEE Spectrum

Share this post

Dalam dunia teknologi yang terus berkembang, bahasa pemrograman tetap menjadi fondasi utama untuk membangun perangkat lunak, aplikasi, dan sistem yang menopang kehidupan digital kita.
IEEE Spectrum baru saja merilis laporan tahunan mereka berjudul “The Top Programming Languages 2025” (IEEE Spectrum, 2025), yang menyoroti tren, pergeseran dominasi, dan pengaruh besar kecerdasan buatan (AI) terhadap ekosistem bahasa pemrograman.

sumber: https://spectrum.ieee.org/top-programming-languages-2025?utm_source=flipboard&utm_content=IEEESpectrum/magazine/computing

Dominasi Python Masih Berlanjut

Salah satu temuan utama dalam laporan IEEE Spectrum adalah posisi Python yang masih bertahan sebagai bahasa pemrograman paling populer di tahun 2025. Kemudahan sintaks, kelengkapan pustaka, serta dukungan komunitas yang luas menjadikan Python tetap relevan baik untuk pemula, akademisi, maupun profesional industri. Lebih jauh lagi, keberhasilan Python sangat erat kaitannya dengan perkembangan AI dan machine learning, mengingat banyak framework canggih seperti TensorFlow, PyTorch, dan Scikit-learn berbasis Python.

Bahasa Klasik yang Tetap Eksis

Meski Python terus melesat, bahasa pemrograman klasik seperti Java, C, dan C++ tetap menunjukkan daya tahannya. Java, misalnya, masih menjadi tulang punggung pengembangan sistem skala besar, aplikasi enterprise, dan platform Android. C dan C++ juga masih kokoh di ranah embedded system, game, hingga pengembangan sistem operasi. Hal ini menunjukkan bahwa meski tren berubah, kebutuhan industri terhadap stabilitas dan performa membuat bahasa lama tetap relevan.

Peran AI dalam Mengubah Klasemen

Artikel IEEE Spectrum juga menekankan bagaimana AI mengubah cara kita memandang bahasa pemrograman. Kehadiran AI coding assistant seperti GitHub Copilot, ChatGPT, dan model generatif lain membuat batas antara pengembang pemula dan ahli semakin kabur. Kini, developer bisa menulis kode dengan bantuan AI, mempersingkat waktu pengembangan sekaligus memperluas aksesibilitas bahasa yang sebelumnya sulit dipelajari.

Namun, fenomena ini juga memunculkan pertanyaan penting: apakah bahasa pemrograman akan tetap dipelajari secara mendalam oleh manusia, atau kita akan semakin bergantung pada AI sebagai penerjemah logika ke dalam kode?

Bahasa Baru dan Niche Market

Selain pemain lama, beberapa bahasa relatif baru juga mulai mencuri perhatian. Rust, misalnya, semakin populer karena fokus pada keamanan memori dan performa tinggi. Bahasa ini makin banyak digunakan untuk proyek sistem modern yang menuntut kecepatan sekaligus keandalan. Demikian pula, Go (Golang) terus tumbuh di ekosistem cloud computing dan layanan terdistribusi berkat kesederhanaan serta skalabilitasnya.

Hal ini memperlihatkan bahwa bahasa pemrograman baru akan terus bermunculan, biasanya dengan fokus menyelesaikan masalah spesifik yang mungkin tidak ditangani dengan baik oleh bahasa generasi sebelumnya.

Dampak untuk Pendidikan dan Industri

Bagi dunia pendidikan, laporan ini menegaskan bahwa kurikulum perlu menyesuaikan diri. Kampus dan lembaga pelatihan dituntut tidak hanya mengajarkan bahasa pemrograman yang “aman” seperti Java atau C, tetapi juga membuka ruang untuk eksplorasi bahasa yang sedang naik daun seperti Rust atau Kotlin.

Sementara itu, industri dituntut lebih adaptif terhadap tren ini. Perusahaan yang terlalu kaku dalam mengandalkan satu bahasa bisa tertinggal, sementara yang mampu berinovasi dengan mengadopsi bahasa baru akan lebih siap menghadapi tantangan teknologi masa depan.

Kesimpulan

Artikel “The Top Programming Languages 2025” dari IEEE Spectrum menegaskan bahwa Python masih berada di puncak popularitas, didukung oleh gelombang besar AI dan machine learning. Namun, bahasa klasik seperti Java, C, dan C++ tetap bertahan kuat, sementara bahasa modern seperti Rust dan Go terus membangun basis penggemarnya.

Dengan munculnya AI sebagai pendamping dalam menulis kode, ekosistem bahasa pemrograman semakin dinamis: lebih mudah diakses, tetapi juga menuntut adaptasi cepat dari pengembang, akademisi, maupun industri.

Pada akhirnya, bukan hanya bahasa pemrograman yang penting, melainkan bagaimana kita memanfaatkannya untuk menciptakan solusi nyata. Seperti yang diungkapkan dalam laporan IEEE Spectrum (2025), masa depan coding bukan hanya tentang menulis baris kode, tetapi tentang berinovasi di tengah perubahan besar yang dibawa AI dan teknologi digital.

referensi: IEEE Spectrum. (2025). The Top Programming Languages 2025. Diakses dari: https://spectrum.ieee.org/top-programming-languages-2025


Share this post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *